Sebenarnya kondisi gula darah yang berbahaya bagi manusia itu ada dua, yaitu gula tinggi dan gula rendah. Gula tinggi biasanya disebut Kencing manis atau Diabetes Melitus. Gula rendah disebut hipoglikemia. Aku tidak tahu apakah hipoglikemia ini merupakan penyakit atau suatu gejala gangguan sistemik yang bersifat temporer, misalnya karena pengaruh obat tertentu, olahraga berlebihan, dsb.
Tapi pada umumnya kalau orang mengatakan penyakit gula, yang dimaksud adalah Diabetes Melitus. DM juga ada tipa A dan tipe B. Bahasan ilmiahnya aku serahkan dokter atau paramedis di forum ini deh.
Secara ringkas gejala DM yang aku alami adalah tiga poly (tripoly, ... he he he seperti nama kota di Afrika Utara ya), yaitu Polydipsia (minum banyak berkali-kali), Polyuria (kencing banyak berkali-kali, baru habis minum, lalu kepingin kencing), Polyfagia (makan banyak ... tapi berat badan turun). Juga cepat lelah, mengantuk. (Ingat gak, peristiwa peserta kursus Lemhannas yang tertidur saat SBY pidato? SBY marah banget, sampai gebrak meja. Tapi Gubernur Lemhanas, siapa ya, Muladi kalau tak salah, mengatakan akan tetap meluluskan, karena al mungkin orang itu kencing manis ... Penuh pengertian sang Bapak Gubernur ini.)
Aku pernah mencapai gula-darah-sewaktu 476. Pada saat itu aku ke mana-mana bawa botol minum seperti anak TK. Bawaannya haus melulu. Aku juga makan banyak, tapi berat badan turun sekilo per minggu. Dari 72 kg turun sampai mendekati 60. Bolak-balik ke kamar kecil (kencing). Di kloset rumah, karena sewaktu kencing ada yang memantul, ada jejaknya di penutup dsb, semut berdatangan. Ujung penis juga terasa gatal, karena air seni manis sehingga menjadi habitat yang baik untuk bakteri berkembang biak.
Waktu itu belum sadar, tapi lamat-lamat pernah baca bahwa gejala seperti ini adalah DM. Lalu dipastikan dengan test kadar gula darah sendiri ke lab. Waktu tahu amgkanya 412 (puasa) bukan main terkejut, sebab batas maksimumnya 110. Katanya kalau di atas 600 orang bisa koma.
Lalu minum obat. Mohon maaf kepada para dokter barat, aku jalan pintas, mengobati diri sendiri, dan pakai obat yang ndak jelas (nekat, badan sendiri dipakai experimen), namanya Wei Yi Xin. Harganya lumayan mahal dibandingkan obat-2an DM yang lain. Rp. 300.000 per 48 pasang kapsul. Menurut keterangannya, obat itu dibuat dari bahan rumput-rumputan dan gandum. pokoknya herbal deh. Ternyata syukurlah, obatnya manjur. Bisa turun sampai normal kembali. Sebenarnya di brosur sudah diingatkan, kalau gula sudah mendekati normal maka kapsul hijau harus dikurangi jadi satu kali sehari. Tapi karena tanggung mau menghabiskan, kapul hijau disikat terus. Yang aku alami kemudian adalah hipoglikemia. Rasa lapar yang luar biasa, keringat dingin, gemetar, kesadaran menurun. Untung di kantor aku punya madu. Minum teh hangat dengan madu. Pelan-pelan pulih kembali. Kalau sampai koma, bukankah bahaya ada kerusakan otak. Ngeri kalau sesudah sadar dari koma lalu jadi orang linglung.
Nah, ini sekedar sharing dari aku. Semoga bermanfaat. Sekarang aku minum Glimepiryde 1 mg (generiknya Amaryl) 1 butir sehari untuk mengontrol kadar gula. Harganya cukup murah. Rp.1000,- per butir kalau tak salah. Yahh, seperti orang merokok sebatang sehari barangkali. (Tidak tahu persis harga rokok, karena bukan perokok)
Sabtu, 28 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

http://forum.kompas.com/medis/3691-gejala-penyakit-gula.html
BalasHapus