Sabtu, 28 Februari 2009

Avitaminosis

Mikroskop Avitaminosis


Senin, 7 April, 2003 oleh: Siswono
Mikroskop Avitaminosis
Gizi.net - Avitaminosis adalah keadaan kekurangan vitamin dalam badan. Gejalanya tergantung pada jenis vitamin yang kurang tersebut.
Avitaminosis terjadi bila vitamin yang masuk kedalam tubuh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan badan.

Biasanya orang menderita avitaminosis karena kurang asupan makanan yang banyak mengandung vitamin.
Penyebab lainnya adalah kurang baiknya proses penyerapan vitamin oleh usus, seperti pada penderita gangguan pencernaan dan muntabe.

Orang yang kurang makan lemak, yang terdapat di dalam daging dan susu, dapat mengalami kekurangan vitamin A, D, E dan K (karena vitamin-vitamin ini larut dalam lemak). Anak-anak, remaja, dan orang sakit membutuhkan tambahan vitamin selain vitamin yang terkandung dalam makanan. Tanpa tambahan vitamin, mereka dapat menderita avitaminosis.

Avitaminosis bisa menyebabkan buta ayam atau rabun senja. Avitaminosis B1 atau tiamina akan menyebabkan penyakit beri-beri. Avitaminosis niasin (salah satu jenis vitamin B kompleks) menimbulkan sariawan, sakit kepala dan gangguan pencernaan. Pada kekurangan yang lebih parah bisa terjadi penyakit Pelagra, yakni kulit penderita yang tidak tertutup pakaian akan berwarna merah seperti terbakar matahari. Terasa gatal terutama jika tergosok, badan lemah, dan kehilangan nafsu makan.

Avitaminosis B12 menyebabkan anemia pernisiosa, yakni suatu anemia berat. Penderita penyakit ini mengalami gangguan pencernaan dan gangguan indera perasa. Anggota tubuh seperti ditusuk-tusuk, ingatan menjadi buruk, bicara gagap, mulut terasa sakit, sulit berjalan, dan semua refleks memburuk. Keadaan kekurangan vitamin B12 yang terus-menerus melalui makanan.

Avitaminosis C dapat menyebabkan penyakit yang disebut skorbut. Gejalanya antara lain guzi berdarah, mimisan, sendi-sendi terasa nyeri, seluruh tubuh sangat lemah dan penyembuhan luka berjalan sangat lambat.

Avitaminosis D akan menyebabkan penyakit rakhitis. Provitamin D banyak terdapat pada susu. Dibadan, pembentukan vitamin D memerlukan sinar matahari. Jika sinar matahari mengenai kulit maka provitamin D yang tidak aktif akan berubah menjadi vitamin D aktif. Oleh sebab itu penyakit rakhitis dahulu banyak ditemukan di Inggris karena orang Inggris sedikit mendapatkan sinar matahari. Gejala utamanya adalah tulang menjadi rapuh dan sendi-sendi membesar. Akibatnya bentuk tulang dan gigi dapat berubah, kepala menjadi lunak, dan tulang tungkai bawah membengkok membentuk huruf O atau X. arp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar